Rabu, 15 Mei 2013

SAnggar Girli Budaya Sejahtera

Formulir Pendaftaran
Nama                            : __________________________
Alamat                          : __________________________
Tempat, tgl lahir           : _____________________ Umur : _______
No yang bisa di hub,    : ___________________________
Pilihan *
a.     Tari klasik surakarta
b.    Tari kreasi baru
c.     Tari daerah lain (Sumatra, Bali, Jogyakarta, dll)

Dengan ini kami orang tua dari anak diatas memberikan ijin untuk mengikuti kegiatan sanggar tari Girli Budaya Sejahtera..

                                                Surakarta, ____________2013


                                                Nama: ____________________

Nb. Latihan perdana tgl 19 Mei 2013
      SPP Per Bulan Rp. 15.000,00
      Kegiatan 2 pertemuan tiap minggu  (Jum’at dan minggu) jam 14.00 WIB
     Tiap satu tahun diadakan kenaikan tingkat
     Tempat latihan di Taman Cerdas Pajang Laweyan Surakarta
*lingkari yang dipilih




                                                   Pajangan, 10 April 2013
No. 01/Sang.Tar/GBS/04/2013                    Kepada
Lamp. 1 Bendel Profil                                    Yth. Kepala Kelurahan Pajang
Hal. Permohonan Ijin Tempat                                  Ditempat




          Dengan hormat,
          Dengan ini kami sampaikan bahwa kami Sanggar Tari Girli Budaya Sejahtera ingin memohon ijin penggunaan tempat untuk kegiatan sanggar kami. Adapun jadwal dari kegiatan sanggar Tari Girli Budaya Sejahtera adalah
1.  Hari Minggu Pukul 14.00 WIB – 16.00 WIB
2.  Hari Jum’at Pukul 14.00 WIB – 16 WIB
Demikian surat permohonan ijin tempat dari kami, atas terkabulnya permohan kami ucapkan terima kasih.


Sekertaris


Eri Sulistyowati, S. Pd

Ketua


Sunu Purniadi, S. Pd

A.   Pendahuluan
Melihat kesadaran dan keantusiasan anak terhadap budaya jawa khususnya seni tari semakin luntur maka hal tersebut mendasari terbentuknya Sanggar Tari ini. Tim Perumus yang berasal dari dunia pendidikan, banyak melihat bahwa anak anak sekarang lebih pintar, lebih memahami dan cepat bereaksi terhadap kebudayaan asing atau di luar dari kebudayaan Indonesia. Dari berbagai pertimbagan itu, maka kami besama sama satu tim, selain ingin mengajak anak anak untuk mengenal dan melestarikan budaya jawa khususnya seni tari, kami juga ingin mengembangkan ilmu dan bakat kami untuk dapat disalurkan kepada anak anak dalam pembentukan karakter anak sejak dini.

B.    Tujuan
1.     Melestarikan dan mengeksistensikan lagi kebudayaan jawa khususnya seni tari
2.    Mengajak anak anak untuk mengenal lebih dekat tentang kesenian
3.    Mengenalkan anak terhadap kesenian jawa khususnya seni tari



C.    Susunan Kepengurusan
Pelindung      : Cahyana K. Widodo, SIP ( Ketua Rt 05/XII )
Penasehat    : Joko Pamungkas, M. Pd (Kajur PG PAUD FIP UNY)
                    Bambang Sutoro (Pelaku Seni)
Ketua                    : Sunu Purniadi, S. Pd
Sekertaris   : Eri Sulistyowati, S. Pd
Bendahara    : Wiwik Sumarsih, S. Pd
Perlengkapan : Fajar Suryanto
                     Imronah Nur M

D.    Daftar materi dan Kelompok Sanggar Tari
1.     Kelompok Sanggar Tari Girli Budaya Sejahtera adalah
a.    Kelompok usia 5 – 10 Tahun
b.    Kelompok usia 11 – 15 Tahun
c.    Kelompok Usia diatas 15 Tahun
2.     Daftar Materi Tari adalah di bagi menjadi
a.    Materi tari Klasik Surakarta
Misalnya; tari Gambyong, tari Kukilo, tari lutung dll
b.    Materi tari Kreasi Baru
Misalnya : Tari Kelinci, tari Merak, tari tari Yoga Tamtama dll
c.    Materi tari daerah lain
Misalnya : Tari serampang duabelas, tari Badidin, Tari Pendet dll
E.    Tempat Latihan
1.     SDN Bratan 1 No 71 Kec. Laweyan Surakarta (Sementara)
2.    SDN Tegalsari No 60 Kec. Laweyan Surakarta (Sementara)



F.    Kegiatan Sanggar
Kegiatan Sanggar Tari dilaksanakan setiap hari Jum’at (sementara) Mulai Pukul 11.00 WIB – 12.00 WIB

G.   Penutup.
Demikian profil Sanggar Tari Girli Budaya Sejahtera. Semoga dapat bermafaat. Terima Kasih
                                                                             Pajangan 10 april 2013
Sekertaris


Eri Sulistyowati, S. Pd

Ketua


Sunu Purniadi, S. Pd

Rabu, 08 Mei 2013

ALUR CERITA RAMAYANA PENUH

ALUR CERITA RAMAYANA PENUH


Perkenalan
Prabu Janaka, raja Kerajaan Mantili telah mendapat putrid yang sangat cantik bernama Dewi Sita. Sebuah kompetisi dilakukan dalam rangka untuk memutuskan siapa yang akan menjadi orang yang tepat untuk menikahi Dewi Sita. Pangeran dari Kerajaan Ayodya, R. Rama Wijaya akhirnya memenangkan persaingan.
Prabu Rawana, penguasa Kerajaan Alengkadiraja sangat menginginkan untuk menikahi Dewi Widowati. Setelah mengetahui Sita, ia menganggap bahwa Dewi Sita adalah reinkarnasi Dewi Widowati yang ia ingin untuk sepanjang waktu.
Hutan Dandaka 
Rama Wijaya, pangeran dari Kerajaan Ayodya bersama istrinya, Sita ditemani oleh adik lelakinya, Leksmana adalah bertualang sampai mereka tiba di Hutan dandaka. Pertemuan sita di tempat itu, Rawana menjadi bersemangat untuk memilikinya. Dalam rangka mewujudkan gagasan ini, Rawana memerintah salah satu pengikutnya bernama Marica untuk mengubah dirinya sendiri sebagai rusa emas bernama Kijang Kencana sehingga menarik Sita. Tertarik keindahan rusa, Sita meminta Rama untuk menangkap rusa untuknya. Rama meninggalkan sita dan mulai berburu rusa.
Setelah menuggu sepanjang waktu, Sita menjadi gugup karena Rama belum tiba. Ia menyuruh Leksmana untuk mencari Rama. Sebelum meninggalkan Sita sendirian, Leksmana menggambar lingkaran di tanah sehingga dapat melindungi dirinya dari kemungkinan bahaya.
Segera setelah Rawana melihat bahwa Sita ditinggalkan sendirian, Rawana mencoba untuk menculik Sita, tetapi ia jatuh karena lingkaran sihir. Kemudian ia berubah menjadi seorang pengemis tua. Segera setelah Sita keluar dari lingkaran sihiruntuk memberikan sedekah kepada pengemis, ia mengambilnya dan terbang ke Kerajaan Alengka.
Mengejar Rusa
Rama menembak rusa dengan panah sihir, tetapi rusa berubah menjadi seekor raksasa(Marica). Perang pecah antara Rama daan Marica. Rama menembak Marica dengan panahnya. Kemudian, Leksmana tiba dan meminta Rama kembali ke tempat Sita.



Penculikan Sita
Di perjalanan ke Alengka, Rawana bertemu seekor burung bernama Jatayu. Setelah menyadari itu, Sita putri Prabu Janaka, Jatayu menyerang Rawana untuk menghindari Sita tapi dia dikalahkan oleh Rawana.
Seteloah mengetahui bahwa Sita tidak di tempat sebelumnya, Rama dan Laksmana memutuskan untuk mencari Sita. Di kemudian hari mereka bertemu dengan Jatayu yang terluka parah. Rama berpikir harusnya Jatayu yang menculik Sita. Rama memutuskan untuk membunuhnyatapi Leksmana mencegahnya untuk melakukannya maka, Jatayu menjelaskan ap yang terjadi padanya dan lalu ia mati.
Sesaat kemudian, seekor monyet putih bernama Hanuman tiba. Ia diutus oleh pamannya, Sugriwa untuk melihat 2 pahlawan yang dapat membunuh Subali. Subali adalah seorang orang suci dan telah mengambil Dewi Tara, wanita kesayangan Sugriwa, dengan kekerasan, Rama memutuskan untuk membantu Sugriwa.
Gua Kiskendo
Ketika Subali, Dewi Tara dan anaknya mengobrol, Sugriwa tiba. Dengan bantuan Rama, Sugriwa menyerang Subali. Subali dikalahkan oleh Sugriwa dan dia mengambil Dewi Tara dengannya lagi. Sugriwa memutuskan untuk membantu Rama untuk melihat Sita. Untuk tujuan ini, Hanuman dikirim sebagai utusan ke Kerajaan Alengka.
Kebun Argasoka
Keponakan Rawana, Trijata, menghibur Sita di kebun. Rawana tiba dan meminta kesediaan Sita untuk menjadi istrinya. Sita menolak untuk melakukannya. Ini membuat Rawana marah dan ingin membunuhnya tapi, Trijata mencegah dan mengatakan bahwa dia harus bersabar dan Trijata berjanji untuk merawat Sita. Ketika Sita sangat sedih, tiba-tiba ia mulai mendengar lagu indah yang dinyanyikan oleh Hanuman, si monyet putih. Hanuman menceritakan tujuannya untuk melarikannya, dan kewajiban ini diperintahkan oleh Rama. Segera setelah ia menjelaskan tujuannya, Hanoman mulai mencari tahu kekuatan seluruh pasukan Alengka. Kemudian ia menghancurkan kebun. Indrajid, putra Rawana menangkapnya, kumbakarna mencegah tapi ia dilempar keluar dari Kerajaan. Hanuman dijatuhi hukuman dibakar hidup-hidup. Hanuman dengan api di tubuhnya membakar tempat Alengka.
Jembatan Rama
Setelah mengutus Hanuman, Rama dan pasukan keranya pergi ke laut membuat sebuah jambatan untuk lari ke Alengka. Ketika jembatan selesai, Hanuman datang dan melaporkan tentang situasi Alengka dan kekuatan pasukannya. Menerima laporan, Rama sangat senang dan memerintah Hanuman, Hanggada, Hanila,dan Jembawan untuk memimpin pasukan menyerang Alengka
Perang Total
Ketika pasukan raksasa Alengka di penjaga mereka di batas Negara, mereka tiba-tiba diserang oleh pasukan kera. Di bagian depan ada sebuah perang besar antara mereka. Di peperangan ini Indrajid dibunuh oleh Laksmana, Kumbakarna, adik Rawana mati sebagai seorang pahlawan patriot. Setelah kematian Kumbakarna, Rawana akhirnya menjadi komandan pasukan Alengka untuk menghadapi Rama. Di peperangan ini, Rawana dibunuh oleh panah milik Ramadan dan Hanuman meneteskan Gunung Smawana di atas Rawana.
Pertemuan Rama dan Sita
Setelah kematian Rawana, Sita disertai oleh Hanuman, bertemu Rama. Rama menolak untuk menerima Sita yang ia anggap tidak murni lagi. Untuk membuktikan kesuciannya, Sita membakar diri. Dengan bantuan Tuhan, Sita diselamatkan dari api. Pembuktiannya membuat Rama bahagia dan akhirnya menerima Sita.







FESTIVAL DOLANAN ANAK TRADISIONAL 
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 
01 MEI 2013

Universitas Negeri Yogyakarta dalam rangka dies natalis ke 49 Panitia dies natalis mengadakan kegiatan salah satunya Festival Dolanan Anak Tradisional DIY JATENG.

karena tingkat DIY JATENG maka sekolah ku mengikutinya TK KEMALA BHAYANGKARI 54 Panularan Surakarta,
judul karyanya adalah dolanan jamuran dan cublak cublak suweng...

jumlah anak yang mengikuti berjumlah 12 anak 
8 anak putra 4 anak putri 

ni poto sebelum mereka tampil di Auditorium UNY Jogyakarta

ganteng dan ccantik tho itu anak Tk lho......

penampilan merekaa menampilkan beberapa lagu yaitu 

  1. Padang Bulan 
  2. Cublak cublak suweng 
  3. jaranan 
  4. Buta buta galak 
  5. jamuran 
  6. juk tali juk emping

yang mengikuti Festival Dolanan Anak Tradisional berjumlah 8 Grup dari berbagai TK di Jogyakarta, hanya kami yang berasal dari luar Jogyakarta,, dengan semangat 45 anak anak berlatih selama 2 minggu 

dengan bimbingan Kepala Sekolah da 2 orang guru kelas yang selalu senantiasa menberi arahan dan motifasi kepada anak..... alhamdulilah kami dari TK KEMALA BHAYANGKARI 54 mendapatkan juara 3 dari 8 penampilan.

 inni lho tampilan anak anak didikku......

 
 SELAMAT ANAK ANAK DIDIK KU TK KEMALA BHAYANGKARI 54 Panularan Surakarta.


Senin, 16 Januari 2012

diskripsi tari rampak


DISKRIPSI GERAK
Tari Rampak menggambarkan kelincahan seorang anak yang sangat aktif bergerak....
kelincahan semasa kecil, bermain bersama tanpa membedakan laki laki atau perempuan...
permainan semasa kecil....  
diskripsi ini saya buat sewaktu ada lomba tari kreasi baru tingkat TK se-Surakarta... tahun 2010 yang lalu
Pandangan tentang tai kreasi baru membuat tampilan tari berbeda sesuai pemahaman tari kreasi baru....
ada tari bondan, tari jaranan, tari rampak, tari kupu kupu dan tari semut...
pemenang lonba adalah tari semut dari TK Pembina Manahan...
alhamduliha yach... saya mewakili TK Kemala Bhayangkari 54 Panularan mendapatkan juara 3.... 
disyukuri saja sudah dapat menampilkan karya semaksimal mungkin....
 saya sajikan diskripsi dengan istilah yang mudah diingat oleh anak TK
Semoga bermanfaat....
terima kasih.... 

Kamis, 12 Januari 2012

CAKEPAN LAGU ADIK’KU SAYANG
OH ADIK’KU
Oh adik’ku kekasihku, Ojo pijer nangis wae
Ayo dolan karo aku, Ano ngisor uwit manggis
Delo meneh ibu kundur, Ngastho oleh-oleh
Gedhang goreng karo roti, Mengko diparingi

SI BU
Si bu nyang endhi, Lawang’e dikunci, Jendelane podho ditutupi,
 Iki wis wayah’ e jam siji, Wis wayah’e weteng’ku diisi
Kabeh yen taktakoni, Mesti mangsuli ora weruh
Kabeh yen taktakoni, Mesti mangsuli ora weruh

MATERI TATA RIAS KARAKTER WAYANG

MATERI TATA RIAS KARAKTER WAYANG
JURUSAN TATA RIAS DAN KECANTIKAN 
FAKULTAS TEHNIK 
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
OLEH SUNU PURNIADI, S. Pd
1.      TATA RIAS
Tata rias wajah merupakan seni menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan suatu peranan, dipandang dari titik lihat penonton. Dua hal yang harus diperhatikan dalam tata rias wajah untuk keperluan pentas yaitu lighting (tata lampu atau pencahayaan) dan jarak antara pemain dengan penonton. Tugas tata rias sebagai fungsi pokok, misalnya bisa merubah secara total dari wajah yang asli menjadi bentuk wajah yang dikehendaki dalam keperluan pentas misal manusia menjadi kera, raksasa, burung dan sejenisnya. Sebagai fungsi bantuan bila tata rias wajah digunakan tidak merubah banyak bentuk wajah hal itu sekedar untuk mempercantik wajah saja. (Hari Mawan; 1972 : 48).
Tata rias wajah dan tata rias busana wayang wong sudah mempunyai "pakem" atau aturan yang telah mapan atau mentradisi berabad-abad lamanya. Pelaku-pelaku (pemain) wayang wong profesional misalnya, para pemain pada umumnya telah hafal dan lancar serta dengan cepat berdandan meliputi berbusana mereka sendiri, berusaha sendiri sesuai dengan tokoh lakon yang hendak mereka pentaskan.
Apa yang dimaksud dengan tata rias karakter itu?
Karakter make up (Character Make up/Stage make up) wayang adalah untuk menampilkan watak/karakter tokoh wayang tertentu bagi seseorang aktor dan aktris di panggung. Rias wajah karakter wayang dimaksudkan untuk membantu aktor menggambarkan suatu peran dengan membuat wajahnya/mukanya menyerupai muka peranan watak tokoh wayang yang akan dimainkan. Untuk mengungkapkan gambaran watak tersebut dapat dilakukan rias wajah yang menonjolkan secara realistis maupun non realistis
Rias wajah karakter ini mempunyai ciri-ciri antara lain:
(a) garis-garis rias wajah yang tajam,
(b) warna-warna yang dikenakan dipilih yang menyolok dan kontras,
(c) alas bedak yang digunakan lebih tebal.


(a)                garis-garis rias wajah yang tajam,
Karena rias karakter wayang biasanya di lihat hasil riasannya itu dari jarak jauh, maka rias yang dibentuk harus menggunakan garis-garis yang tebal. Selain itu garis yang tebal juga dapat menonjolkan bentuk bagian tubuh yang diinginkan. Garis tebal ini digunakan untuk mengkoreksi bagian muka pemain/aktor sehingga memunculkan karakter yang berbeda dari penampilan aktor tersebut. Memunculkan karakter tidak hanya didukung oleh rias wajah saja tetapi pemain atau aktor tersebut harus dapat membawakan tokoh atau karakter tersebut diatas panggung.
(b) warna-warna yang dikenakan dipilih yang menyolok dan kontras,
Agar lebih menonjolkan watak atau karakter wayang yang diinginkan, pada rias karakter dipilih juga menggunakan warna-warna yang mencolok. Hal ini dikarenakan dapat menambah kekuatan karakter yang ditampilkan. Misalnya saja ketika akan memerankan tokoh bengis atau anggkara murka, agar mewujudkan karakter itu maka wajah di rias merah merona, dan kemudian diberi garis-garis tebal hitam. Contoh lain apabila kita ingin menonjolkan karakter yang baik hati, kita harus menampilkan wajah yang seanggun mungkin. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada tokoh yang buruk rupanya tetapi baik budi pekertinya. Misalnya tokoh kumbakarno, kakrasana, Kalabendana dll.
(b)   alas bedak yang digunakan lebih tebal.
Rias karakter wayang sedikit berbeda dengan rias sehari-hari, kalau rias karakter wayang kita harus menampilkan karakter tokoh wayang yang dibawakan tetapi kalau rias sehari-hari mungkin kita menonjolkan kelebihan kita masing-masing. Sehingga rias karakter wayang kemungkinan kita harus merubah wajah agar dapat memunculkan karakter wayang yang diinginkan. Selain itu pementasan wayang biasanya dilihat dari jarak jauh. Hal ini yang menyebabkan rias karakter wayang harus menggunakan bedak yang agak tebal. Biasanya bedak yang digunakan memamng khusus untuk pementasan di panggung.

Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam merias wajah karakter wayang yaitu:
(a) menganalisa gambaran watak/tokoh yang diinginkan,
(b) mewujudkan gambaran watak/tokoh itu


Prinsip rias wajah karakter wayang pada umumnya yaitu:
1.         Karakter tata rias adalah menggarap tata rias pada wajah untuk
merubah wajah sesuai dengan peran/tokoh yang dimainkan jangan sampai tokoh yang diinginkan tidak terlihat dari arah penonton. Ia harus kelihatan sebagai tokoh yang diperankan, jadi harus memberikan gambaran yang nyata kepada penonton. Hal ini didukung juga oleh laku yang dilakukan.
2.         Tata rias jangan sampai mengganggu wajah pemain, crepe hair jangan sampai mengikat kebebasan urat-urat muka/wajah. Jadi jangan memberikan tata rias yang menganggu kenyamanan wajah pemain itu sendiri.
3.         Make up seorang pemain kelihatan dari jauh yaitu di atas panggung di bawah sinar lampu, harus mempertimbangkan faktor (stage lighting) dan jarak antara penonton dan pemain.
4.         Tata rias yang baik memberikan bantuan besar sekali pada pemain, jadi mempergunakan tata rias sebagai bantuan yang penting pada acting tetapi tidak sebagai pengganti untuk acting.
1.   Tata rias Wajah
Tata rias wajah putri terdiri dari lima karakter atau perwatakan ialah Putri luruh (halus), biasanya tata rias wajah ini digunakan untuk tokoh wanita yang berwatak halus dan sabar serta berpenampilan lemah lembut seperti tokoh Kunthi, Drupadi, Bratajaya, Sinta dan Ratih.
a.       Putri lanyap (lincah), biasanya tata rias wajah ini digunakan untuk tokoh wanita yang berwatak keras, tidak sabaran atau pemarah, pemberani serta berpenampilan lincah dan periang (kenes dan tregal-tregel) seperti tokoh Srikandi, Banowati, Mustakaweni, Trijatha.
b.      Putri Madya (antara halus dan lincah), tata rias wajah ini digunakan untuk tokoh wanita yang berwatak dan berpenampilan diantara luruh dan lanyap misalnya tokoh Lesmanawati, Pergiwati, Siti Sendari, Sulastri.
c.       Putri Gusen (bertaring), biasanya tata rias wajah ini digunakan untuk tokoh wanita yang berwatak uring-uringan atau pemarah dan agak kasar, sesuai dengan penggambaran tokoh raksasa putri contohnya tokoh Bathari Durga,
d.      Putri Gecul (lucu), tata rias wajah ini digunakan untuk tokoh wanita yang berperan sebagai pembantu atau dayang-dayang. Berpenampilan lucu atau mendatangkan suasana humor seperti para Emban, Cangik dan Limbuk.
Tata rias wajah putra terdiri dari lima karakter ialah
a.       Putra alus luruh tradisi (lemah lembut), biasanya tata rias wajah ini digunakan untuk tokoh pria yang memiliki karakter berbudi luhur, halus dan sabar serta berpenampilan lemah lembut seperti tokoh Kamajaya, Puntadewa, Permadi, Abimanyu, Rama, Harjuna Sasrabahu.
b.      Putra alus lanyap (halus tapi gesit), ialah tokoh pria yang memiliki karakter berbudi luhur, cerdik dan bijaksana serta berpenampilan cakrak/enerjik contohnya tokoh Kresna, Dewasrani, Samba, Irawan, Kama, Wisanggeni, Wibisana, Nakula dan Sadewa.
c.       Gagah Thelengan (bentuk mata yang ada pada wayang kulit) ialah tokoh pria yang memiliki karakter gagah perkasa penuh wibawa serta berpenampilan pendiam seperti tokoh Bima, Gatutkaca, Antasena, Setyaki, Duryudana dan Jayajatra, ada tokoh yang termasuk gagah thelengan namun berpenampilan agak brangasan (tidak sabaran dan pemarah) yaitu tokoh Kakasrana/Baladewa.
d.      Gagah Prengesan (bentuk mulut yang ada pada wayang kulit) ialah
tokoh pria memiliki karakter suka tertawa kadang-kadang berwatak
jahat contohnya tokoh Dursasana, Durmagati, Pragota.
e.       Gagah Gusen (taring) ialah tokoh pria yang memiliki karakter jahat
dan brangasan seperti tokoh Rahwana, Indrajit, Kangsa, Bomanarakasura, Kartawiyoga.

Selain bentuk rias wajah putra alus luruh, alus lanyap, gagah Thelengan, gagah prengesan, dan gagah gusen terdapat juga bentuk rias khusus yaitu:
a.       Raksasa Raton/raja, ialah tokoh raksasa memiliki karakter yang bengis, kejam, angkara muka dan jahat contohnya tokoh Niwatakawaca, Prahasta, dan Kumbakarna; walaupun raksasa namun tokoh ini berbudi luhur).
b.      Raksasa Gecul (lucu) rias wajah ini biasanya digunakan tokoh raksasa memiliki karakter gerak dan perilakunya bersifat humoris seperti tokoh Galiyuk, Sukasrana dan Kalabendana.
c.       Raksasa Rucah (alasan atau liar) tata rias wajah ini biasanya digunakan dalam peran raksasa yang biasanya berwatak jahat dan angkara murka seperti Buta Cakil dan anak buahnya.
d.      Punakawan (abdi atau pengasuh) tata rias wajah ini biasanya digunakan peran pria sebagai abdi kinasih/tersayang, biasanya berperilaku lucu dan menghibur sebagaimana tokoh Semar, Sareng, Petruk dan Bagong.
e.       Kera, tata rias wajah ini biasanya digunakan tokoh-tokoh yang menggambarkan binatang seperti tokoh Anoman, Anggada, Sugriwa dan Subali.

Demikian semoga bermanfaat di kemudin hari....
Akhirnya “ Tiada ganding yang tak retak..........”